Categories
Artikel

Kebaikan dan Keburukan, Bukankah dua-duanya ujian?

 

Hidup ini penuh dengan ujian. Walaupun tidak semuanya hadir dengan maksud ujian, masih ada Peringatan, ada pula dengan maksud Adzab.

Kesalahan pertama: Kebanyakan manusia dengan mudah menganggap semuanya adalah ujian. Anak sakit, langsung dianggap sebagai ujian. Apakah itu pasti ujian? Belum tentu. Bisa jadi Anak kita sakit adalah sebagai Peringatan. Atau bahkan itu adalah Adzab. Bagaimana cara membedakannya? (nanti kita bahas lagi)

Kesalahan kedua : Kebanyakan manusia menganggap cobaan hanyalah sesuatu yang buruk saja. Sementara yang baik namun melalaikan??

Kita bahas yang kedua saja ya.

 

Sebuah kisah dari personal yang tak terkenal.
Dalam sebuah perjalanan menuju suatu kota, terdapat serombongan manusia yang sebelumnya tidak saling kenal. Perjalanan itulah yang mempertemukan dan memperkenalkan mereka satu sama lainnya. Tidak banyak memang, rombongan tersebut hanya sekitar 40 orang. Tapi, Beda kepala beda isi bukan? Ditambah lagi ternyata orang-orang tersebut tidak berasal hanya dari 1 daerah. Tentu, Beda langit beda adat. Ada orang yang menyenangkan, dan ada pula yang menjengkelkan.

Sebut saja Ibu Anto, yang pada saat itu terasa sangat menjengkelkan. Bagaimana tidak, orangnya cerewet dan sering berbicara saat pemandu sedang berbicara. Dia mendengar bukan untuk mengerti, melainkan untuk menjawab balik. Berargumentasi adalah hobinya, Menang dalam setiap berargumen selalu menjadi visinya.
Walaupun begitu, tidak semua yang ia katakan adalah hal yang salah/sia-sia. Disinilah cobaannya. Selain mendapatkan cobaan untuk bersabar dalam menghadapi cerewet(serta kekurangan-kekurangan lain) Ibu Anto. Setiap orang juga mendapatkan cobaan untuk tetap mendengarkan apa yang ia katakan, berusaha dengan adil memilah apakah yang ia katakan sebuah kebenaran/kesalahan. Tentu akan menjadi sangat sulit untuk menerima kebenaran dari orang yang menjengkelkan, bukan?

Lain halnya dengan bapak Ani. Beliau termasuk orang yang menyenangkan. Berkepribadian baik, pendengar yang setia, dan Bijak dalam menghadapi situasi. Pribadinya sangat cocok untuk dijadikan tauladan. Setiap kata yang terucap dari pak Ani ini tentu menjadi hal yang patut didengarkan, bahkan dilaksanakan apabila itu (terlihat) baik.
Yang menjadi permasalahan adalah, Jika sesuatu yang keluar dari mulut pak Ani adalah sebuah keburukan, bisa jadi tetap tertelan oleh para pendengarnya.

Dan begitulah yang terjadi, Suatu hari pak Ani menghampiri Pak Ira yang sebelumnya telah bertekad untuk berhenti merokok selama perjalanan tersebut. Tapi apalah daya, Kesantunan Pak Ani saat mengajak Pak Ira rasanya sangat tidak mungkin untuk ditolak. Pak Ira pun menyambut ajakan merokok tersebut.

Bukankah kebaikan Pak Ani (dalam kasus ini) adalah menjadi cobaan bagi orang-orang disekitarnya?

Leave a Reply